Wednesday, 5 April 2017

SOAL UTN PLPG 2017 BERKOMUNIKASI SECARA EFEKTIF


KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI GURU MAPEL
INDIKATOR PENCAPAIAN
Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
7.2 Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal
7.2.1  Menjelaskan metode komunikasi


7.2.3 Melakukan komunikasi secara efektif


1.       Saat diskusi pembelajaran   berlangsung , siswa sangat ribut. Hal tersebut sudah beberapa kali diingatkan guru tetapi siswa tidak mengindahkannya. Kata-kata santun yang dapat digunakan untuk menasehati siswa  tersebut adalah ….

A.      Tolong hindari keributan karena dapat mengganggu hasil belajar dan proses pembelajaran. Selain itu kelas yang lain akan merasa tidak nyaman dalam belajar
B.      Ibu bangga dan senang kalian berdiskusi sangat aktif karena semua berbicara
C.      Ibu senang kalian aktif dalam berdiskusi, tetapi  sebaiknya dalam berdiskusi suara jangan terlalu nyaring karena dapat mengganggu antarkelompok dan kelas sebelah
D.      Tolong jangan ribut karena mengganggu pelajaran dan kelas sebelah
BACA MATERI BERKOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN DI SINI


SOAL UTN PLPG 2017 MENGEMBANGKAN KURIKULUM YANG TERKAIT DENGAN MATA PELAJARAN YANG DIAMPU



KISI-KISI SOAL UTN
MENGEMBANGKAN KURIKULUM YANG TERKAIT DENGAN
MATA PELAJARAN YANG DIAMPU


KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI GURU MAPEL
INDIKATOR PENCAPAIAN
Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
3.2 Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu.
3.2.2 Menjelaskan langkah penentuan tujuan pembelajaran.
3.4 Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.
3.4.1 mengidentifikasi materi pembelajaran yang sesuai dengan KI-KD.
3.6 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.
3.6.2 Menentukan jenis dan bentuk penilaian sesuai dengan indikator, KI dan KD.


3.6.3  Menyusun instrumen penilaian sesuai dengan indikator, KI dan KD

1.      Dalam memilih dan mengembangkan materi pembelajaran, Ibu Murni Nugroho selalu menyeleksi materi pembelajaran yang telah teruji kebenarannya, tidak ketinggalan jaman dan memberikan kontribusi untuk pemahaman ke depan. Kriteria penyeleksian dan pemilihan materi pembelajaran tersebut memenuhi kriteria…

A.    Sahih

B.     Kebermanfaatan
C.     Layak dipelajari
D.    Menarik minat
2.      Bu Rossa menyiapkan materi pelajaran dengan cara dimulai dari materi-materi yang dikenal siswa kemudian menuju hal-hal baru dan dianggap lebih mendalam. Bentuk pengembangan materi yang disusun Bu Rossa mengikuti pola....
A.    Kausal
B.     Spiral
C.     Kronologis

D.    inquiri

BACA DULU:






SOAL UTN PLPG 2017 PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM


KISI-KISI SOAL PENGEMBANGAN KURIKULUM
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI GURU MAPEL
INDIKATOR PENCAPAIAN
Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
3.1 Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum
3.1.1 Menjelaskan pengertian pengembangan kurikulum.


1.      Pengembangan kurikulum harus memiliki keajegan konsep antaraantara kompetensi dasar, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, serta  teknik dan  instrumen penilaian. Pernyataan tersebut merupakan prinsip pengembangan kurikulum...

A.    Ketercukupan

B.     Konsistensi


C.     Keilmiahan

D.    Relevansi

MAAF: SOAL LAIN YANG SESUAI DENGAN KISI-KISI DI ATAS MASIH DALAM PROSES PENYUSUNAN

BACA DULU:
1. PENGEMBANGAN KURIKULUM: PENGERTIAN, FUNGSI, DAN PERANAN KURIKULUM
2. PENGEMBANGAN KURIKULUM: LANDASAN DAN PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM



Tuesday, 4 April 2017

LULUS 100% UTN 2017


Asalamualaikum w.w.
Salam Indonesia!
Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak/Ibu dan Rekan-Rekan yang telah mengunjungi zuhriindonesia.blogspot.com

Bagi Bapak/Ibu dan Rekan-Rekan yang baru bergabung , kami informasikan soal dan materi Ujian Tulis Nasional (UTN) dalam PLPG 2017 yang telah kami bagikan sampai dengan 4 April 2017 melalui zuhriindonesia.blogspot.com sebagai berikut.

1.      Soal UTN 2017 Perkembangan Kognitif dan Moral Peserta Didik

2.      Materi UTN 2017 Perkembangan Moral Peserta Didik

3.      Materi UTN 2017 Perkembangan Kognitif Peserta Didik

4.      Soal UTN 2017 KKM

5.      Materi UTN 2017 KKM

6.      Materi UTN 2017 Program Remedial

7.      Soal UTN 2017 Kesulitan Belajar Siswa

8.      Soal UTN 2017 Program Remedial dan Pengayaan

9.      Soal UTN 2017 PTK

10.  Soal UTN 2017 Refleksi Pembelajaran

11.  Materi UTN 2017 Teknik Penilaian

12.  Materi UTN 2017 Refleksi Pembelajaran

13.  Soal UTN 2017 Media dan TIK dalam Pembelajaran

14.  Soal UTN 2017 Perencanaan dan Pelaksananaan Pembelajaran

15.  Soal UTN 2017 Penilaian

16.  Soal Persiapan UTN 2017 Kompetensi Pedagogik

17.  Contoh Soal UTN PLPG 2017 Teori Belajar

18.  Materi UTN PLPG 2017 Pendekatan, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran

19.  Materi UTN PLPG 2017 Karakteristik Peserta Didik

20.  Materi UTN 2017 Media Pembelajaran

21.  Soal UTN 2017 Model Pembelajaran

22.  Materi UTN 2017 Teori Belajar

23.  Soal dan Materi UTN 2017 Puisi, Prosa, Drama, dan Keterampilan Berbahasa.


Kami berharap soal dan materi UTN 2017 dalam zuhriindonesia.blogspot.com dapat ikut mengantarkan Bapak/Ibu dan Rekan-Rekan Guru lulus 100% UTN dalam PLPG 2017. Dengan kelulusan tersebut Bapak/Ibu dan Rekan-Rekan Guru berhak mendapat Sertifikat Pendidik dan memperoleh Tunjangan Profesi Guru.

Kami juga berkomitmen untuk melengkapi soal dan materi persiapan UTN dalam PLPG 2017 yang belum kami susun dan kami bagikan. Oleh karena itu, kami berharap Bapak/Ibu, Saudara dan terutama Rekan-Rekan Guru mau berbagi info ini dan selalu mengunjungi zuhriindonesia.blogspot.com untuk memperoleh info baru khususnya soal dan materi UTN dalam PLPG 2017 dan informasi penting lainnya.

Terima Kasih.

Salam hormat,

Muh Zuhri, S.Pd., M.Pd.

(owner zuhriindonesia.blogspot.com)

BACA JUGA TIPS LULUS UTN DI PLPG

BACA JUGA GERAKAN LULUS UTN DAN PLPG 2017

UNTUK PERSIAPAN UJIAN TULIS NASIONAL (UTN), BACA PAKET LENGKAP SOAL DAN PEMBAHASAN UTN 2017 KOMPETENSI PEDAGOGIK DI SINI
KOMPETENSI PROFESIONAL BAHASA INDONESIA DI SINI


SOAL UTN PLPG 2017 PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN MORAL PESERTA DIDIK

1.       Kemampuan berikut ini yang merupakan perkembangan kognitif adalah…

A.        kemampuan berkomunikasi

B.         kemampuan berinteraksi

C.         kemampuan untuk mengintegrasikan diri

D.        Kemampuan untuk memecahkan masalah


2.       Kemampuan berfikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika tapi masih terkait dengan

obyek-obyek bersifat konkrit merupakan ciri-ciri kemampuan anak berusia

A. 0 - 2 tahun

B. 2 -- 7 tahun

C. 7 -- 11/12 tahun

D. 11/12/ -- 14/15 tahun


3.       Faktor utama yang memengaruhi perkembangan kognitif peserta didik  adalah . . .

A.      perasaan

B.      gaya pengasuhan

C.      psikologis

D.      individu


4.       Menggunakan potongan sapu lidi, kelereng, globe, gambar-gambar yang menyangkut

pembelajaran IPA serta IPS sebagai media adalah sesuai dengan tahapan perkembangan

berfikir anak yang dikenal sebagai tahapan

A. Pengamatan dan penginderaan yang intensif terhadap lingkunganya (sensomotor)

B. Dominasi pengamatan bersifat egosentris

C. Anak memahami bilangan dan angka tetapi masih terkait dengan obyek bersifat kongkrit (operasional konkrit)

D. Kemampuan mengoperasikan kaidah logika yang tidak terikat lagi dengan obyek yang

bersifat konrit (operasional formal)


5.       Peserta didik telah memiliki yang memiliki moralitas benar-benar diinternalisasikan dan tidak didasarkan pada standar-standar orang lain. Dia  mengenal tindakan moral alternatif, menjajaki pilihan-pilihan, dan kemudian memutuskan berdasarkan suatu kode moral pribadi.

Hal ini merupakan contoh perilaku moral-spritual pada tahapan ...

A.      penalaran pascakonvensional

B.      penalaran konvensional

C.      penalaran prakonvensional

D.      penalaran interkonvensional


6.       Individu memandang apa yang diharapkan oleh keluarga, kelompok, masyarakat dan bangsa serta setia mendukung aturan social bukan hanya untuk ketenangan tetapi disadari sebagai sesuatu yang berharga. Pernyataan tersebut merupakan tahapan perkembangan moral

A. Prekonvensional

B. Konvensional

C. Pascakonvensional

D. Interkonvensional


BACA PETUNJUK PRAKONDISI DI PLPG 2017 DI SINI

BACA SOAL LENGKAP UTN 2017 PEDAGOGIK DI SINI
BACA SOAL UTN PROFESIONAL DI SINI
BACA MATERI LENGKAP PPG-PLPG TAHUN 2017 DI SINI

PERKEMBANGAN MORAL PESERTA DIDIK





      Seto Mulyadi (2002a) menyatakan tentang Robert Coles yang menggagas tentang kecerdasan moral yang juga memegang peranan amat penting bagi kesuksesan seseorang dalam hidupnya. Hal ini ditandai dengan kemampuan seorang anak untuk bisa menghargai dirinya sendiri maupun diri orang lain, memahami perasaan terdalam orang-orang di sekelilingnya, mengikuti aturan-aturan yang berlaku, semua ini termasuk merupakan kunci keberhasilan bagi seorang anak di masa depan. Suasana damai dan

penuh kasih sayang dalam keluarga, contoh-contoh nyata berupa sikap saling menghargai satu sama lain, ketekunan dan keuletan menghadapi kesulitan, sikap disiplin dan penuh semangat, tidak mudah putus asa, lebih banyak tersenyum daripada cemberut, semua ini memungkinkan anak mengembangkan kemampuan yang berhubungan dengan kecerdasan kognitif, kecerdasan emosional maupun kecerdasan moralnya.

      Teori Kohlberg telah menekankan bahwa perkembangan moral didasarkan terutama pada penalaran moral dan berkembang secara bertahap yaitu: Penalaran prakovensional, konvensional, dan pascakonvensional.
1) Tingkat Satu: Penalaran Prakonvesional
Penalaran prakonvensional adalah tingkat yang paling rendah dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tingkat ini, anak tidak memperlihatkan internalisasi nilai-nilai moral, penalaran moral dikendalikan oleh imbalan (hadiah) dan hukuman ekternal.

Contoh dalam dunia pendidikan: Peserta didik mau belajar kalau mendapatkan hadiah uang.
2) Tingkat Dua: Penalaran Konvensional
Penalaran konvensional adalah tingkat kedua atau tingkat menengah dari teori perkembangan moral Kohlberg. Seorang menaati standar-standar (internal) tertentu, tetapi mereka tidak mentaati standar-standar (internal) orang lain, seperti orangtua atau masyarakat.

Contoh: siswa di satu kesempatan mau belajar dengan tekun karena kesadaran sendiri tetapi tidak mau menaati perintah orang tua yang mengharuskan belajar dari pukul 19.00 sampai dengan pukul 21.00


3) Tahap Tiga: Penalaran Pascakonvensional
Penalaran pascakonvensional adalah tingkat tertinggi dari teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tingkat ini, moralitas benar-benar diinternalisasikan dan tidak didasarkan pada standar-standar orang lain. Seorang mengenal tindakan moral alternatif, menjajaki
pilihan-pilihan, dan kemudian memutuskan berdasarkan suatu kode moral pribadi.

Contoh : Anak dengan penuh kesadaran menaati tata tertib sekolah baik diawasi atau tidak, ada sanksi atau tidak.


Sumber: Modul Guru Pembelajar KKA : Karakteristik Peserta Didik




PERKEMBANGAN KOGNITIF PESERTA DIDIK





Empat Tahap Perkembangan Kognitif Peserta Disik Menurut Piaget

(1)   tahap sensori motor (0–2 tahun),

Pada tahap sensori motor (0-2 tahun) seorang anak akan belajar untuk menggunakan dan mengatur kegiatan fisik dan mental menjadi rangkaian perbuatan yang bermakna. Pada tahap ini, pemahaman anak sangat bergantung pada kegiatan (gerakan) tubuh dan alat-alat indera mereka.

(2)   tahap pra-operasional (2–7 tahun),

Pada tahap pra-operasional (2-7 tahun), seorang anak masih sangat dipengaruhi oleh hal-hal khusus yang didapat dari pengalaman menggunakan indera, sehingga ia belum mampu untuk melihat hubungan-hubungan dan menyimpulkan sesuatu secara konsisten.

(3)   tahap operasional konkret (7–11 tahun),

Pada tahap operasional konkret (7-11 tahun), umumnya anak sedang menempuh pendidikan di sekolah dasar. Di tahap ini, seorang anak dapat membuat kesimpulan dari suatu situasi nyata atau dengan menggunakan benda konkret, dan mampu mempertimbangkan dua aspek dari suatu situasi nyata secara bersamasama

(misalnya, antara bentuk dan ukuran).

 (4) tahap operasional formal (11 tahun ke atas).

Pada tahap operasional formal (lebih dari 11 tahun), kegiatan kognitif seseorang tidak mesti menggunakan benda nyata. Tahap ini merupakan tahapan terakhir dalam perkembangan kognitif.


BACA JUGA:
1. Soal UTN 2017 Perkembangan Kognitif Peserta Didik
2. Materi UTN 2017 Perkembangan Moral Peserta Didik

ESAI DAN KRITIK SASTRA



  1. Esai

Esai adalah tulisan yang membahas/mengulas masalah sesuai dengan pendapat penulis.

Masalah yang dibicarakan bisa berkenaan dengan masalah sastra, filsafat, ekonomi, politik, hukum, sosial, kesehatan, dan lain-lain.

Ulasan atau bahasa esai bersifat pribadi, akrab, sederhana, dan asyik dibaca.



CONTOH SOAL

  1. Cermatilah paragraf esai berikut!
  2.                         Berbicara tentang masalah sajak, kita sering Menjumpai kata-kata masih mentah, gagal sebagai sebuah sajak, tidak berbobot. Penyebabnya ada dua kemungkinan. Mungkin lantaran penulisnya belum mahir dalam teknik menulis sajak. Kemungkinan kedua kurangnya penghayatan terhadap hidup. Tidak menaruh perhatian. Pada filsafat atau memang usianya belum memungkinkan untuk berkecimpung. Dalam dunia filsafat. Realita yang terdapat dalam dirinya belum sanggup dia kaitkan dengan realita di luar karena usianya masih muda remaja.

Kalimat kesimpulan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah ...

A.        Banyak karya sastra berupa sajak, namun tidak tergolong ke dalam sajak berkualitas.

B.        Karya sastra yang berkualitas terlahir dari sastrawan yang berpengalaman.

C.        Penulis sajak yang berkualitas memerlukan penghayatan.

D.        Ilmu filsafat sangat menentukan kualitas karya  sastra yang dibuatnya.

E.         Penulis sajak harus mahir dalam teknik menulis sastra.

2. Cermatilah paragraf esai berikut!

Sajak-sajak yang ditulis generasi penyair masa kini termasuk karya yang cukup baik. Para penyair masa kini merupakan orang-orang kreatif pada zamannya. Hanya mereka masih membutatulikan kemampuan lain untuk mengasah kepekaan estetis dalam memilih diksi dan metafora. Kemampuan yang dapat ditingkatkan dari kebiasaan membaca realitas yang hadir di lingkungannya. Kebiasaan yang tidak akan didapat dari bangku sekolah. ...

Kalimat simpulan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah ...

A.        Kepekaan estetis dapat diasah melalui kebiasaan membaca realitas yang hadir di lingkungan dan di bangku sekolah.

B.        Generasi penyair masa kini masih harus mengasah kepekaan estetis melalui membaca realitas yang hadir di lingkungannya.

C.        Kreativitas penyair masa kini tercermin melalui karyanya yang teliti dalam memilih diksi dan metafora.

D.        Pemilihan diksi  dan metafora dalam karya-karya penyair masa kini  tidak diperoleh dari bangku sekolah.

E.         Kepekaan penyair masa kini mencerminkan kreativitas yang diasah melalui belajar di lingkungannya.


B. Kritik Sastra

kritik sastra adalah pertimbangan baik atau buruk suatu hasil karya sastraKritik sastra menilai isi, bentuk, atau peristiwa yang terdapat dalam sastra, tema, penokohan, alur, dan unsur-unsur lainnya seperti kepengarangan.

  1. Cermatilah kutipan cerpen berikut!
    Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang gemersik adalah aku, yang menghantarkan panas dan dingin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiran segar yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban. Aku di kebun rimbun, aku di padang pasir, aku di laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan layang-layangku kepadamu, kepada kalian.
     (Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat: Danarto)
    Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah ...

    A.        Danarto dikenal sebagai penulis cerpen yang religius, tercermin dalam tokoh cerpen yang telah ditulisnya.
    B.        Menuntut pembaca harus lebih cermat untuk memahami isi cerita karena banyak menggunakan kata-kata lambang.
    C.        Penggunaan   kalimat-kalimat   yang   unik   membuat cerpen   ini   diminati pembacanya.
    D.        Cerpen Danarto pada umumnya beraliran religius sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau.
    E.         Penggunaan kalimat yang sederhana memudahkan pembaca untuk memahami isi cerita

  2. Penyair meletup-letup, jujur dalam mengungkapkan realita kehidupan. Akan tetapi, kejujuran itu pantulan untuk orang lain semata. Seperti dalam puisi MAJOI karya Taufik Ismail. Jujur saja apakah pengarang sudah mengumpulkan fakta? Bagaimana
    kalau kata ganti "aku" dalam puisi digunakan "kita" agar lebih faktual.

    Kalimat kritik yang sesuai dengan isi penjelasan tersebut adalah ...
    A.        Tidaklah mudah menciptakan karya sastra bernilai dan bermutu.
    B.        Dalam puisi MAJOI, Taufik Ismail sebaiknya menggunakan kata ganti "kita".
    C.        Seorang penyair memang harus berani mengungkapkan fakta kehidupan.
    D.        Ungkapan sindiran dalam sebuah karya puisi dirasakan paling tepat.
    E.         Puisi MAJOI salah satu puisi pemberani untuk mengungkapkan fakta
BACA JUGA
1. RINGKASAN MATERI UN MENYUNTING MENULIS TERBATAS
2. RINGKASAN MATERI UN MENYUNTING
3. RINGKASAN MATERI UN MEMBACA SASTRA